APA ITU JAVA SCRIPT?

Selamat Datang di Dunia TJKT!

Sejarah Singkat dan Evolusi

JavaScript dibuat oleh Brendan Eich di Netscape pada tahun 1995 dalam waktu yang sangat singkat, hanya sekitar 10 hari. Awalnya, tujuannya sederhana: membuat halaman web statis menjadi interaktif. Bayangkan, dulu website hanya berisi teks dan gambar. Dengan JavaScript, kita bisa membuat menu dropdown, memvalidasi formulir, atau membuat efek visual sederhana tanpa harus memuat ulang halaman.

Nama awalnya adalah Mocha, lalu diubah menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript. Nama "JavaScript" seringkali disalahpahami sebagai versi lain dari bahasa Java. Padahal, keduanya adalah bahasa yang sangat berbeda. Nama tersebut dipilih murni karena alasan pemasaran saat itu, untuk memanfaatkan popularitas Java.

Seiring berjalannya waktu, JavaScript mulai distandarisasi melalui ECMAScript (European Computer Manufacturers Association). Setiap beberapa tahun, ECMAScript mengeluarkan versi baru yang menambahkan fitur-fitur modern ke JavaScript, seperti kelas (class), promise, dan fungsi arrow (=>). Versi-versi ini membuat JavaScript menjadi bahasa yang lebih kuat dan terstruktur.

Fitur Utama JavaScript

Berikut adalah beberapa karakteristik penting yang membuat JavaScript begitu istimewa:

  • Terinterpretasi dan JIT (Just-in-Time) Compilation: JavaScript tidak perlu dikompilasi secara manual seperti C++ atau Java. Browser akan membacanya baris per baris saat halaman dimuat. Namun, dengan kemajuan teknologi mesin JavaScript (seperti V8 di Chrome), kode sekarang sering dioptimalkan dan dikompilasi saat berjalan, yang dikenal sebagai JIT compilation, untuk meningkatkan performa.
  • Berorientasi Objek dan Fungsional: JavaScript adalah bahasa multiparadigm. Anda bisa menulis kode dengan gaya berorientasi objek (menggunakan objek, prototipe, dan class) dan juga dengan gaya fungsional (menggunakan fungsi sebagai nilai dan menghindari state). Fleksibilitas ini memberi programmer banyak pilihan dalam menyusun kode mereka.
  • Bahasa Dinamis: Tipe data variabel tidak perlu dideklarasikan secara eksplisit. Anda bisa mengubah tipe data sebuah variabel saat program berjalan. Ini membuat proses pengembangan menjadi lebih cepat, tetapi juga menuntut kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan saat eksekusi.
  • Asynchronous: Ini adalah salah satu fitur paling krusial di JavaScript. JavaScript dirancang untuk berjalan dalam satu thread utama. Untuk menghindari blocking (program tidak merespons saat menunggu operasi yang lama, seperti mengambil data dari server), JavaScript menggunakan model asynchronous. Fitur ini memungkinkan program untuk terus berjalan saat menunggu operasi lain selesai. Konsep ini direpresentasikan melalui callback, Promise, dan async/await.

Peran dan Ekosistem JavaScript Modern

Awalnya JavaScript hanya berjalan di browser (sisi client-side). Namun, dengan munculnya Node.js pada tahun 2009, JavaScript berhasil keluar dari browser dan berjalan di server (sisi server-side). Ini adalah momen yang sangat penting. Dengan Node.js, seorang programmer bisa menggunakan bahasa yang sama untuk membangun frontend dan backend sebuah aplikasi.

Ekosistem JavaScript saat ini sangat luas dan dinamis:

  • Frontend Web: Dengan framework modern seperti React, Angular, dan Vue.js, kita bisa membangun single-page application (SPA) yang kompleks dan interaktif.
  • Backend Server: Node.js dan framework-nya seperti Express.js atau NestJS sangat populer untuk membangun API, microservices, dan aplikasi real-time.
  • Mobile App Development: Framework seperti React Native dan NativeScript memungkinkan kita membuat aplikasi mobile native untuk Android dan iOS menggunakan JavaScript.
  • Desktop App Development: Dengan Electron, kita bisa membuat aplikasi desktop seperti Visual Studio Code atau Slack menggunakan teknologi web (HTML, CSS, JavaScript).
  • AI/Machine Learning: Meskipun bukan bahasa utama, ada juga pustaka seperti TensorFlow.js yang memungkinkan kita menjalankan model machine learning di browser.

Singkatnya, JavaScript telah berkembang dari sebuah alat sederhana menjadi bahasa yang universal dan sangat kuat. Keberadaannya ada di mana-mana, dari browser yang Anda gunakan hingga server yang menyimpan data di cloud. Kemampuan untuk beradaptasi dan berkembang inilah yang membuat JavaScript tetap relevan dan penting di era teknologi saat ini.

.